Friday, April 30, 2010

KENANGAN

By: Novi The C

Terngiang akan sgala kepahitan yang dirasa
Tak dipungkiri terukir secuil manis yang buat diri merindunya
Meski kadang berujung pada luka lama

Jogjakarta, 19 Juni 2009

Thursday, April 29, 2010

MERINDU-DULU.!

By: Novi The C

Hati ini serasa datar dan samar
Tak sedikit terlihat rongga-rongga yang membuatnya hampa mengelepar

Singgasana megah dihati ini
Pun tlah ditinggal sang empu
Para perebut tahta
Tak sedikit meninggalkan luka.

Membiarkan kau menempatinya kudamba
Bukan hanya termanggu
Jua bisa menutup lubang di hati ini
Serta buatnya hidup lagi dan berwarna

Karna sosokmu sangat kurindukan(dulu)

Jogjakarta, 23 Mei 2009

Wednesday, April 28, 2010

LUKA

By: Novi The C

Sesaknya dada makin buat luka
Menjatuhkan airmata yang telah berkaca-kaca
Tak dipedulikan siapa-siapa
Terdera akan luka dan dahaga
Menderita dalam perangkap yang tak nyata

Jogjakarta, 23 Mei 2009

Tuesday, April 27, 2010

ANGAN DALAM KENANGAN

By: Novi The C

Ujudmu masih terbentuk dalam bayang
Sinarmu masih terasa dalam kenangan
Meski kini tetap semata jadi angan

Jogjakarta, 15 Mei 2009

Monday, April 26, 2010

TITIAN

By: Novi The C

Titian nestapa urung kusebrangi
Titian membumi ingin kuselami
Titian berarak di angkasa ingin kudaki
Meniti tiap jejak langkah yang kau tinggal
ingin kulalui lagi

Jogjakarta, 15 Mei 2009

Sunday, April 25, 2010

KELABU (PART II).

By: Novi The C

Kelabu itu semu
Kelabu itu terus mendayu
Kelabu itu akankah menjadi abu
Kelabu itu ada dibenakku
Kelabu itu kenapa diam di situ
Kelabu itu akankah berlalu
Kelabu itu sungguh terlalu
Kelabu itu membuatku ragu
Kelabu itu menjemu
Kelabu itu membuat kelu
Kelabu itu membuat ngilu
Kelabu itu gara-gara kamu!!!

Jogjakarta, 11 Mei 2009

Saturday, April 24, 2010

KELABU

By: Novi The C

Kelabu itu akankah menjadi abu
Kelabu itu kenapa terus mendayu
Kelabu itu ada dibenakku
Kelabu itu kenapa diam di situ
Kelabu itu akankah berlalu

Jogjakarta, 7 Mei 2009

Friday, April 23, 2010

DIENG

By: Novi The C

Gurat-gurat pena alam menggores penuh pesona
Di ciptaan Ilahi yang gagah perkasa menjulang ke angkasa
Ciptakan lukisan indah membuai mata

Menjejal ruas jalan antara dua gunung
Sindoro dan Sumbing
Kabutpun mengelilinginya bak cincin raksasa
Zenitnya pun seakan ingin meraih nirwana

Lika-liku setapak jalan
Taburkan romansa menawan

Setiap mata memandang hanya kehijauan dihadapan
Angin membelai bawa aroma pegunungan
Yang masih terngiang dalam ingatan

Dieng, 10 Mei 2009