Showing posts with label Communication. Show all posts
Showing posts with label Communication. Show all posts

Saturday, October 18, 2008

DONNA ORSHA, SANG PENYIAR RADIO SENIOR DI YOGYAKARTA







Semakin berkembangnya jaman, komunikasi semakin maju hal ini tidak luput dari peran orang-orang yang bekerja dalam bidang ini. Salah satunya adalah penyiar radio. Seorang penyiar radio senior yang telah berkecipung lama di bidangnya adalah Donna Orsha, 14 tahun sudah berlalu, dara cantik ini menekuni pekerjaannya sebagai penyiar radio, sejak masih duduk dibangku SMP lebih tepatnya pada tanggal 4 April 1993 mulai meniti karir sebagai penyiar remaja di radio Yasika sampai saat ini yang telah menginjak bangku kuliah dan sedang menyelesaikan tugas akhir di Fakultas Hukum UGM. Awal karir Donna dari bergabungnya ke fans club Yasika yang pada waktu itu bernama Elit Muda Yasika yang lebih dikenal dengan EMY dan Donna menjabat sebagai sekertaris dalam organisasi tersebut.

Di sini awal ketertarikannya dengan dunia kepenyiaran radio. Setiap acara yang diselengarakan radio Yasika, Donna selalu mengikuti dan sering memperdengarkan suara emasnya, karena Donna memang pernah memenangkan suatu kontes menyanyi sebagai juara pop singer terbaik di Yogyakarta. Karena seringnya menyanyi di acara off air Yasika, Donna ditawarkan menjadi penyiar remaja, mungkin menurutnya karena pihak Yasika tertarik dengan suaranya sehingga menawarkan pekerjaan itu padanya. Profesi ini bukan pilihan menurutnya, karena profesi ini ditawarkan, walau memang sebelumnya sudah tertarik dengan dunia radio. Karena dengan menjadi penyiar radio wawasannya semakin bertambah, pergaulannya semakin luas terlebih agar Donna yang introvet menjadi ekstrovet dan agar Donna yang pendiam bisa lebih mudah berbicara dan hal itu terbukti serta membuat Donna semakin tertarik lebih mendalami profesi ini, dan setelah dijalani Donna merasakan bahwa profesi sebagai penyiar radio ternyata sangat menjanjikan, terlihat dari penghasilan yang kini sudah cukup besar meski enggan untuk menyebutkan nominalnya.

Saat SMA Donna pindah ke Magelang, tetapi ia tidak menanggalkan prosfesinya, Donna tetap menjadi penyiar radio di Polaris fm Magelang yang merupakan link dari Yasika, radio-radio tersebut tergabung dalam CPP RADIO NET yang jaringannya tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, jadi memudahkan jika seseorang penyiar pindah tidak perlu keluar dari sebuah radio tetapi hanya pindah sesuai dengan daerah pindahannya tersebut.

Menjadi seorang penyiar radio diperlukan sifat / karakteristik antara lain:

1. DJ As Sales Person
Penyiar mempunyai peranan untuk membuat pendengar tertarik, antusias, dan ingin kembali mendengarkan lagu-lagu yang diputar, selain lagu, penyiar juga harus bisa membuat pendengar berminat untuk mendengarkan spot iklan yang diputar, mengikuti pesan-pesan di dalam spot iklan tersebut dengan rasa ingin tahu bahkan mempercayai semua pesan-pesan yang disampaikan. Penyiar adalah salesperson yang mampu mengemas seluruh komponen “barang dagangannya” yang berupa lagu, iklan dan informasi.

2. Penyiar sebagai Sahabat Pendengar
Televisi biasanya diletakkan di suatu ruang yang cukup lega agar dapat ditonton secara bersama-sama, berbeda dengan radio yang memiliki sifat lebih pribadi dan lebih intim. Pakar komunikasi bahkan mengatakan ”Radio is a portable friend”, sahabat yang bisa dibawa kemana-mana bahkan di tempat pribadi sekalipun yaitu di tempat tidut atau kamar mandi. Karena sifat radio yang pribadi itulah maka seorang pemyiar harus berusaha menjadikan sahabat yang baik bagi pendengarnya. Sebagai sahabat yang punya derajat yang setara, pendengar biasanya tidak suka penyiar yang terlalu menggurui, berpenampilan monoton, kasar, sombong, suka melecehkan, merendahkan bahkan menghina pendengar. Jadi pendengar suka penyiar yang bisa dijadikan sahabat yang hangat, wajar dan tidak dibuat-buat.

3. Pendengar : Orang Kedua Tunggal
Penyiar menyapa pendengarnya harus akrab, dilandasi suasana intim, sangat personal, direndahkan volumenya tetapi tetap meiliiki power sehingga terdengar seperti sedang bercakap-cakap dengan sahabatnya, dan menyapa pendengarnya dengan “anda” atau “kamu” bentuk kata ganti orang kedua tunggal dengan menggunakan idiom-idiom bahasa percakapan layaknya berbicara dengan temannya.

4. Personality Lebih Penting dari pada Suara yang Bagus
Bukan hanya karakteristik suara atau kemampuan vokal tetapi juga karakteristik kepribadian bahwa menjadi seorang penyiar dituntut untuk lebih terbuka, lebih bisa familiar dengan orang-orang. Pada umumnya pendengar lebih tertarik pada apa yang dibicarakan penyiar dan bagaimana penyiar itu menyampaikannya dari pada bagus tidaknya suara penyiar tersebut. Seorang penyiar adalah salah satu sumber kepercayaan dan sumber informasi bagi pendengar, sehingga penyiar harus jujur dalam menyampaikan informasi, jika informasi belum pasti jangan disampaikan karena akan mericuhkan pendengarnya jika informasi yang disampaikan ternyata tidak benar, selain itu penyiar juga harus hangat, bersahabat, berpengetahuan luas, serta kritis, sehingga informasi yang diberikan bermutu dan dapat dipercaya.

Selain karakteristik, penyiar juga harus mempunyai ketrampilan yaitu :
1. Selalu punya rasa ingin tahu
2 .Percaya diri
3. Gaul
4. Luwes
5. Extrovert
6. Suka musik jenis apapun ( jangan terpatok pada satu atau beberapa jenis musik )
7. Aktif dan dinamis
8. Menguasai bahasa asing terutama Bahasa Inggris
9. Bisa menulis secara baik
10. Akrab dengan komputer
11. Punya suara yang bagus
12. Punya perfomance yang mendukung (penampilan saat siaran akan mempengaruhi kualitas vokal)
13. Bisa menggunakan bahasa percakapan yang singkat, padat, dan jelas.
14. Memperbanyak kosa kata

Menurut penyiar Yasika yang juga menjadi presenter talk show mengenai keluarga di RBTV ini dalam membangun komunikasi yang efektif baik dengan sesama penyiar maupun dengan pendengaranya mudah-mudah sulit karena dalam membangun komunikasi yang efektif dibutuhkan benar-benar suatu kedewasaan karena ketika komunikasi berjalan tidak efektif maka akan menemukan jalan buntu. Terlebih saat siaran duet, komunikasi yang baik sangat diperlukan dengan cara satu sama lain membuka diri untuk mengetahui keinginan masing-masing penyiar atau membuat kesepakataan sebelum siaran agar komunikasi yang dibangun tidak terjadi kesalahpahaman sehingga terbangunlah komunikasi yang efektif.

Membangun komunikasi yang efektif dengan pendengar intinya tidak jauh berbeda, saat on air komunikasi yang efektif bisa dibangun saat ada phone live atau sesi interaktif dengan cara menyambungkan antara pembicaraan pendengar dengan penyiar, penyiar harus bisa “ngemong”, di dalam bahasa kepenyiaran disebut mengedrive, dituntun mau ke arah mana inti pembicaraan pendengar, jika saat off air bisa saat pendengar datang ke studio dan sebagai penghargaan tentunya sebagai penyiar harus menemuinya dan mengajak bicara, dari pembicaraan tersebut dapat dilihat apa yang diinginkan pendengar dari suatu radio, tentunya dengan pembicaraan yang ramah, hangat dan bersahabat sehingga membuat pendengar nyaman, dengan begitu komunikasi akan berjalan dengan baik dan efektif.

Konflik dalam berbagai keadaan selalu ada, baik konflik intrapersonal, interpesonal maupun konflik kelompok, dan penyelesaikan masalah juga bermacam-macam antara lain dengan approach personal atau pendekatan pribadi juga mediasi dengan dipertemukan kedua belah pihak dan dengan pihak ketiga yang bersifat netral sebagai mediator. Begitu pula saat sesama penyiar ada masalah maka ada atasan yang bisa dijadikan mediator. Tapi secara pribadi sikap penyiar harus profesional, baik sikap di dalam callbox atau ruang siaran atau diluar callbox, jadi harus dapat memoposisikan diri saat sebagai penyiar dan bukan penyiar.

Menurut dara kelahiran Yogyakarta, 23 Juli 1984 ini mengaku tidak pernah terganggu siarannya karena masalah yang menimpa, selama ini jika ada masalah tidak pernah dibawa ke tempat kerja dan berusaha bersikap profesional dengan cara managemen konflik yang baik dengan menata diri bagaimana sikap seorang publik figur, sebagai penyambung lidah, dan sebagai penghibur harus bisa memilah-milah ,mengenai urusan pribadi dan urusan pekerjaan.


LAMPIRAN

WAWANCARA


Nama narasumber : Donna Orsha
Hari / tanggal : Kamis, 31 Mei 2007
Waktu : 09.30 WIB
Tempat : Studio Radio Yasika FM
Jalan Menukan 8 Karangkajen Yogyakarta 55153

BIODATA NARASUMBER

Nama : Donna Orsha
Tempat tanggal lahir : Yogyakarta, 23 Juli 1981
Alamat rumah : Jalan Wonosari km 7 Yogyakarta
Pekerjaan : Penyiar radio Yasika Fm, Presenter RBTV, MC
Alamat kantor : Jalan Menukan 8 Karangkajen Yogyakarta ( Yasika Fm )
Jalan Jagalan ( RBTV )
Pendidikan saat ini : Sedang menyelesaikan S1 Fakultas Hukum UGM

Tuesday, September 9, 2008

BLOG, BUDAYA BARU SEBAGAI REFLEKSI KONSTRUKSI IDENTITAS BLOGGER

Oleh Novi R.I
Penulis adalah Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi UMY


Seiring berjalannya waktu, teknologi kini berkembang semakin pesat. Terkait dengan Information and Communication Technology (ICT) maka media pun berkembang dan memunculkan media-media baru yang mengglobal. Media baru saat ini berupa internet, tv digital, video on demand dan lain-lain semakin banyak dikonsumsi oleh khalayak. Salah satu jenis media baru yang kini sedang menggema gaungnya adalah blog, yang didukung dengan server-server penyedia jasa blog baik gratis maupun yang berbayar seperti blogger , multiply, wordpress, grouksoup,veloxinews, edith this page dan lain sebagainya. Semakin hari pengguna dan pemilik blog terus bertambah hal ini karena untuk membuat blog tidak ada batas apa pun, jadi siapa saja dengan latar belakang apa pun bisa dengan mudah membuat blog. Hal ini seperti yang diungkapkan Eoin Devereux dalam buku Understanding The Media yang menyebutkan bahwa media memiliki kemampuan komunikasi dengan banyak orang dalam latar belakang sosial yang berbeda. Dan blog merupakan salah satu dari media tersebut. Dengan perkembangan ICT seperti internet sekelompok kecil khalayak memiliki kapasitas ataupun dengan menggunakan istilah Marxist tradisional yang mempunyai perangkat produksi untuk memproduksi media milik mereka (Devereux,2003:6). Media-media mereka tersebut seperti blog dan video online.

Melalui blog, kita dapat menuliskan apa saja seperti beropini mengenai berbagai macam hal. Karena itu merupakan hak bagi seorang warga negara untuk mengemukakan pendapat seperti dalam undang-undang. Meskipun ini sangat kontras dengan keadaan media masa orde baru yang mengalami pembatasan seseorang untuk berekspresi mengemukakan pendapatnya terutama masalah pemerintahan yang bernada negatif. Maka dari itu blog meupakan salah satu agen dari perubahan sosial dan globalisasi(Devereux,2003:9) karena tidak ada lagi pembatasan untuk beropini meski beberapa waktu lalu ada kasus mahasiswa yang ditahan akibat kritikannya melalui blog tentang pemerintahan SBY, dan pihak SBY berdalih bukan melakukan pembatasan beropini hanya saja SBY secara pribadi yang merasa tercemar nama baiknya bukan atas nama pemerintahan. Terlepas dari kasus tersebut blog merupakan sebuah refleksi kontruksi identitas pemiliknya untuk mempresentasikan dirinya sesuai yang ia inginkan.

Blog merupakan media baru yang membuat kaburnya batas antara privat dan publik, yang dapat terlihat dari blog yang berisi diary online, pemilik blog tidak segan menceritakan kisahnya pada sebuah blog. Hal ini juga mencerminkan perubahan sosial yang terjadi pada khalayak dan menimbulkan sebuah budaya baru dengan lingkungan yang baru pula.

Blog tidak hanya searah saja tetapi juga bisa timbal balik, maka blog merupakan media personal yang memberdayakan user baik pembuat maupun pengakses blog. Dan mereka yang dapat disebut sebagai audiens media merupakan aktor budaya(Devereux,2003:43). Disebut aktor karena baik pembuat dan pengakses dapat secara aktif membentuk suatu budaya lewat tulisan mereka, pengakses tidak hanya bisa membaca isi blog tetapi juga memberikan komentar, tambahan atas isi blog atau mendiskusikannya. Hal tersebut didukung pernyataan McQuail bahwa dalam kaitannya dengan budaya, media massa menyediakan lingkungan budaya bagi kebanyakan orang(Devereux,2003:7). Dengan hadirnya blog ditengah-tengah khalayak memberikan suatu lingkungan yang dengan sendirinya membentuk sebuah budaya yang baru.

Suatu blog tidak hanya berdiri sendiri karena ada beberapa komunitas blog, baik yang berskala nasional maupun internasional seperti yang ditulis oleh Enda Nasution dalam blognya www.enda.goblog.com

Komunitas berupa mailing list dan IRC. Di Indonesia ada dua mailing list Blogger yaitu Bloggerian berisi 53 member dan Blogbugs berisi 77 member. Di IRC ada tiga chanel Bloggers yaitu #Blogger, #Bloggerian, dan #Bloggerz yang ketiganya berada di dalnet. Direktori blog yang memuat daftar blogger di Indonesia beberapa diantaranya yaitu indo.blogs, BlogBuggerz, dll. Sedang yang berskala internasional beberapa diantaranya adalah Eantonweb, Daypop, Blogdex, dll. Direktori blog bermanfaat agar search engine mereka mengenali blog yang kita buat, sehingga saat seseorang mencari sesuatu di dunia Blogger dan blog yang kita buat kebetulan memuat kata kunci yang diinginkan maka blog kita tersebut bisa muncul di hasil pencarian.

Komunitas-komunitas tersebut tak luput dari pembentukan suatu lingkungan budaya yang baru selain itu juga mengalami perubahan sosial dari komunitas yang berada dengan tatap muka maka dengan teknologi yang berkembang maka sekarang melalui dunia maya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa budaya yang terbentuk suatu saat nanti akan terus berkembang, seperti halnya komunitas pertemanan di internet yang membudaya pada khalayak terutama remaja meski tidak sedikit orang-orang dewasa yang bergabung dalam komunitas atau layanan pertemanan tersebut seperti friendster atau yang lebih baru yaitu facebook. Meski pengguna layanan blog masih sangat sedikit dibandingkan dengan penggunan internet saat ini tetapi suatu saat nanti bisa saja blog sejalan dengan layanan pertemanan seperti friendster ataupun facebook yang nantinya setiap orang dianggap gaul atau mengikuti perkembangan teknologi jika mempunyai blog. Selain itu blog akan melebarkan kegunaannya dan manfaatnya, dengan blog yang berisi karya-karya ataupun tulisan-tulisan dapat mencerminkan suatu identitas pembuat blog, dengan begitu bisa saja suatu saat nanti ketika suatu perusahaan melakukan rekrutmen karyawannya, blog menjadi salah satu penilaian diterima tidaknya calon karyawan yang melamar pekerjaan tersebut.
 
™