Tuesday, September 9, 2008

BLOG, BUDAYA BARU SEBAGAI REFLEKSI KONSTRUKSI IDENTITAS BLOGGER

Oleh Novi R.I
Penulis adalah Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi UMY


Seiring berjalannya waktu, teknologi kini berkembang semakin pesat. Terkait dengan Information and Communication Technology (ICT) maka media pun berkembang dan memunculkan media-media baru yang mengglobal. Media baru saat ini berupa internet, tv digital, video on demand dan lain-lain semakin banyak dikonsumsi oleh khalayak. Salah satu jenis media baru yang kini sedang menggema gaungnya adalah blog, yang didukung dengan server-server penyedia jasa blog baik gratis maupun yang berbayar seperti blogger , multiply, wordpress, grouksoup,veloxinews, edith this page dan lain sebagainya. Semakin hari pengguna dan pemilik blog terus bertambah hal ini karena untuk membuat blog tidak ada batas apa pun, jadi siapa saja dengan latar belakang apa pun bisa dengan mudah membuat blog. Hal ini seperti yang diungkapkan Eoin Devereux dalam buku Understanding The Media yang menyebutkan bahwa media memiliki kemampuan komunikasi dengan banyak orang dalam latar belakang sosial yang berbeda. Dan blog merupakan salah satu dari media tersebut. Dengan perkembangan ICT seperti internet sekelompok kecil khalayak memiliki kapasitas ataupun dengan menggunakan istilah Marxist tradisional yang mempunyai perangkat produksi untuk memproduksi media milik mereka (Devereux,2003:6). Media-media mereka tersebut seperti blog dan video online.

Melalui blog, kita dapat menuliskan apa saja seperti beropini mengenai berbagai macam hal. Karena itu merupakan hak bagi seorang warga negara untuk mengemukakan pendapat seperti dalam undang-undang. Meskipun ini sangat kontras dengan keadaan media masa orde baru yang mengalami pembatasan seseorang untuk berekspresi mengemukakan pendapatnya terutama masalah pemerintahan yang bernada negatif. Maka dari itu blog meupakan salah satu agen dari perubahan sosial dan globalisasi(Devereux,2003:9) karena tidak ada lagi pembatasan untuk beropini meski beberapa waktu lalu ada kasus mahasiswa yang ditahan akibat kritikannya melalui blog tentang pemerintahan SBY, dan pihak SBY berdalih bukan melakukan pembatasan beropini hanya saja SBY secara pribadi yang merasa tercemar nama baiknya bukan atas nama pemerintahan. Terlepas dari kasus tersebut blog merupakan sebuah refleksi kontruksi identitas pemiliknya untuk mempresentasikan dirinya sesuai yang ia inginkan.

Blog merupakan media baru yang membuat kaburnya batas antara privat dan publik, yang dapat terlihat dari blog yang berisi diary online, pemilik blog tidak segan menceritakan kisahnya pada sebuah blog. Hal ini juga mencerminkan perubahan sosial yang terjadi pada khalayak dan menimbulkan sebuah budaya baru dengan lingkungan yang baru pula.

Blog tidak hanya searah saja tetapi juga bisa timbal balik, maka blog merupakan media personal yang memberdayakan user baik pembuat maupun pengakses blog. Dan mereka yang dapat disebut sebagai audiens media merupakan aktor budaya(Devereux,2003:43). Disebut aktor karena baik pembuat dan pengakses dapat secara aktif membentuk suatu budaya lewat tulisan mereka, pengakses tidak hanya bisa membaca isi blog tetapi juga memberikan komentar, tambahan atas isi blog atau mendiskusikannya. Hal tersebut didukung pernyataan McQuail bahwa dalam kaitannya dengan budaya, media massa menyediakan lingkungan budaya bagi kebanyakan orang(Devereux,2003:7). Dengan hadirnya blog ditengah-tengah khalayak memberikan suatu lingkungan yang dengan sendirinya membentuk sebuah budaya yang baru.

Suatu blog tidak hanya berdiri sendiri karena ada beberapa komunitas blog, baik yang berskala nasional maupun internasional seperti yang ditulis oleh Enda Nasution dalam blognya www.enda.goblog.com

Komunitas berupa mailing list dan IRC. Di Indonesia ada dua mailing list Blogger yaitu Bloggerian berisi 53 member dan Blogbugs berisi 77 member. Di IRC ada tiga chanel Bloggers yaitu #Blogger, #Bloggerian, dan #Bloggerz yang ketiganya berada di dalnet. Direktori blog yang memuat daftar blogger di Indonesia beberapa diantaranya yaitu indo.blogs, BlogBuggerz, dll. Sedang yang berskala internasional beberapa diantaranya adalah Eantonweb, Daypop, Blogdex, dll. Direktori blog bermanfaat agar search engine mereka mengenali blog yang kita buat, sehingga saat seseorang mencari sesuatu di dunia Blogger dan blog yang kita buat kebetulan memuat kata kunci yang diinginkan maka blog kita tersebut bisa muncul di hasil pencarian.

Komunitas-komunitas tersebut tak luput dari pembentukan suatu lingkungan budaya yang baru selain itu juga mengalami perubahan sosial dari komunitas yang berada dengan tatap muka maka dengan teknologi yang berkembang maka sekarang melalui dunia maya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa budaya yang terbentuk suatu saat nanti akan terus berkembang, seperti halnya komunitas pertemanan di internet yang membudaya pada khalayak terutama remaja meski tidak sedikit orang-orang dewasa yang bergabung dalam komunitas atau layanan pertemanan tersebut seperti friendster atau yang lebih baru yaitu facebook. Meski pengguna layanan blog masih sangat sedikit dibandingkan dengan penggunan internet saat ini tetapi suatu saat nanti bisa saja blog sejalan dengan layanan pertemanan seperti friendster ataupun facebook yang nantinya setiap orang dianggap gaul atau mengikuti perkembangan teknologi jika mempunyai blog. Selain itu blog akan melebarkan kegunaannya dan manfaatnya, dengan blog yang berisi karya-karya ataupun tulisan-tulisan dapat mencerminkan suatu identitas pembuat blog, dengan begitu bisa saja suatu saat nanti ketika suatu perusahaan melakukan rekrutmen karyawannya, blog menjadi salah satu penilaian diterima tidaknya calon karyawan yang melamar pekerjaan tersebut.

2 comments:

Utt@ said...

blog Kamu Keren deh...!

Novi The "C" said...

@ Utt@. makasih yahhh